18 September 2013

Kekuatan Armada Kapal Selam Indonesia Masa Depan

Kita tentu semua tahu bahwa saat ini Indonesia memiliki kekuatan bawah air yang minim, karena hanya ada 2 kapal selam yang menjaganya, yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala. Kedua armada kapal selam tersebut usianya sudah bisa dibilang udzur. Karena sejatinya kapal selam tersebut adalah eks-Jerman kelas U-209 yang baru saja di-retrovit di Korsel untuk meningkatkan kemampuannya. Lalu berapa kapal selam yang ideal untuk negeri kita ya ? Bukankah kapal selam memiliki deterence effect yang sangat tinggi bagi suatu negara ?


Bila dilihat dari sisi geografis negara, Indonesia sebagai negara maritim membutuhkan pengawalan ekstra ketat untuk mengantisipasi invasi maupun infiltrasi dari negara asing melalui laut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berupaya membangun armada kapal selam guna mewujudkan TNI Angkatan Laut (TNI AL)  yang handal dan disegani menuju world class navy. Sejarah membuktikan bahwa kapal selam merupakan senjata penghancur lawan yang sangat sukses. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan kapal selam selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, perang India-Pakistan, perang Malvinas dan perang dingin.



Kapal selam yang dibangun saat ini memiliki tingkat kesenyapan dengan Radiated Noise Level yang rendah, tingkat penghindaran deteksi (silent and stealthy), mempunyai persenjataan yang mematikan (deadly), mampu beroperasi individu, dan tidak membutuhkan escort atau perlindungan, baik oleh kapal permukaan atau pesawat tempur. Dan inilah yang nampaknya dibidik oleh Indonesia dengan melakukan pengadaan 3 kapal selam baru kelas Changbogo dari Korsel. 2 kapal selam dibangun di Korsel sedangkan yang 1 lagi akan dibangun di Indonesia tepatnya di PT. PAL Surabaya. Diharapkan 3 kapal selam tersebut sudah masuk jajaran TNI AL akhir 2016 atau awal 2017 mendatang.

Di tengah penantian pembuatan kapal selam yang dimaksud, ada kabar lain yang tak kalah menghebohkan. Rusia berniat menghibahkan 10 kapal selam bekas kepada Indonesia. Hal ini pun ditidaklanjuti oleh Kementrian Pertahanan dengan mengirimkan tim untuk melihat langsung kapal selam tersebut ke Rusia. Salah satu alasannya untuk memastikan apakah kapal selam yang mau dihibahkan itu sesuai dengan kondisi perairan Indonesia. Karena ada jenis kapal selam samudra dan ada yang berjenis kapal selam archipelago. Nah, Indonesia ini kan archipelago, jadi kedalaman perairan berbeda-beda kondisinya.


Para pengamat pertahanan memberikan masukan kepada pemerintah RI bahwa idealnya Indonesia memiliki 24 kapal selam. Wow..., fantastis !!! Hal ini mengingat luas cakupan wilayah laut yang dimiliki negeri ini. Kita tentu bangga apabila laut kita dijaga oleh puluhan kapal selam kan ?! Masih ingat kan tentang kontrak pembelian 2 kapal selam kelas Kilo dari Rusia. Sampai dimana ya beritanya, kok nggak terdengar sih. Jika seluruh rencana strategis penguatan alutsista kapal selam bisa terwujud, maka paling tidak sampai 2024 mendatang, kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) kapal selam dapat tercapai. 2 buah yang sudah ada (Cakra dan Nanggala), 3 Changbogo, 2 Kilo, 10 hibah berbagai kelas (semoga jadi kenyataan) dan pembelian yang baru berikutnya. Kita berdo'a saja semoga semuanya lancar tanpa kendala. Amin...

* diolah dari berbagai sumber