01 December 2013

Teknik Penyadapan NSA

Belum lama ini kita mendengar tentang penyadapan yang dilakukan oleh intelijen Australia kepada presiden RI, Susilo Bambamg Yudoyono dan beberapa pejabat penting lainnya. Hal ini mengakibatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia tergannggu. Cyber War pun tak terelakkan diantara kedua belah pihak. Para hacker saling serang untuk menjatuhkan kekuatan cyber kedua negara. Situs-situs pemerintah maupun swasta diretas untuk pelampiasan rasa tidak suka. Nah..., salah satu badan intelijen yang ditengarai menjadi dalang penyadapan ini adalah National Security Agency (NSA), badan nasional keamanan Amerika Serikat. Berikut beberapa teknik penyadapan yang dilakukan seperti yang dibocorkan oleh Edward Snowden :


Data Center
NSA membangun data center di Utah, AS yang selesai pada bulan September 2013 lalu. Dari data center tersebut NSA bisa membaca jutaan data yang berseliweran di e-mail. Dengan algoritma yang dikembangkan NSA, mengintip data di e-mail bukanlah hal sulit.

Internet Service Provider (ISP)
ISP kerap meminta pengunjung situs untuk menyimpan file atau mengisi sejumlah form/data. Nah, informasi penting seseorang ternyata bisa dilacak melalui ISP. Banyak hal yang bisa dipantau, mulai dari informasi waktu dan jenis situs yang dikunjungi hingga data penting lainnya semisal alamat IP, logo perusahaan dan informasi perbankan.

Facebook and Twitter Status
Lembaga keamanan di AS, Homeland Security bisa mengawasi status Facebook dan Twitter. Aktifitas tersebut dilakukan untuk melacak tweet atau status yang mengandung informasi yang bersifat mengganggu keamanan atau terorisme.

 

Infiltration Spyware
Google, Facebook, Skype, Apple, YouTube, Yahoo, AOL, Microsoft dan Paltalk adalah beberapa raksasa internet yang disusupi aksi penyadapan. Bahkan NSA menyusup ke pusat data Google dan Yahoo di seluruh dunia demi mengumpulkan data ratusan juta account pengguna kedua situs populer tersebut.

Installation Communications Equipment
NSA bisa mengakses real time telepon dan trafik internet. NSA bisa menyusupkan atau memasang peralatan pengawasan komunikasi canggih tanpa sepengetahuan pihak telekomunikasi.

* Diolah dari berbagai sumber