17 June 2014

Jejaring Sosial, Perlukah ?!

Sejak kemunculan Web 2.0 yang makin interaktif dan atraktif, maka diikuti pula kehadiran situs-situs pertemanan yang makin beragam. Mulai dari yang hanya sekedar ngobrol, bertukar pesan singkat hingga multiple services. hehehe.... apaan ya ini ?! Tentu kita masih ingat begitu populernya Friendster sekitar tahun 2002 lalu. Situs jejaring sosial yang berpusat di Mountain View, California, Amerika Serikat ini begitu terkenal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bahkan, Friendster dianggap sebagai "kakek" nya semua jejaring sosial. Tapi dimana ya Friendster sekarang ? hehehe...
Setelah itu barulah muncul Facebook, Twitter, LinkedIn, Foursqure, Google+ dan yang lainnya. Namun apakah perlunya kita memiliki akun jejaring sosial tersebut ?


Sebagai sebuah bentuk layanan yang terintegrasi, jejaring sosial adalah fenomena modern yang berusaha untuk menjembatani antara teknologi software dengan hardware yang beragam. Layanan-layanan yang disediakan membantu penggunanya untuk terhubung dengan orang lain lebih dekat, (bahkan lebih dekat daripada urat nadi. hehehe...). Kurang "gaul" katanya kalau tidak tahu layanan jejaring sosial. Maka, mulai anak-anak SD hingga orang dewasa mendaftar untuk mempunyai akun di jejaring sosial pilihan. Dan salah satu jejaring sosial paling populer adalah Facebook.



Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg pada bulan Februari 2004 ini memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di dunia maya setelah Google. ^_^ (lebih dari 1 miliar pengguna yang separuhnya mengakses lewat ponsel). Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada, pengguna bisa berinteraksi langsung dengan pengguna lainnya, bisa lewat pesan singkat (chat), multimedia (audio, video, grafik, animasi) dan tentunya layanan dasarnya, yaitu update status, komentar, dan men-tag (menandai). Setelah berjalan sekian waktu, Facebook pun punya beberapa pesaing handal semacam Twitter. Jejaring sosial Twitter yang dibuat oleh Jack Dorsey pada Maret 2006 ini mulai naik daun menyaingi keperkasaan Facebook. "Dunia dalam 140 karakter", begitulah sebutan untuk situs microblogging ini, karena penggunanya hanya bisa menuliskan sebanyak 140 karakter untuk mengirim dan menerima pesannya.

Dan masih banyak lagi situs-situs jejaring sosial yang hingga kini terus bertambah jumlah penggunanya. Melihat dari fenomena tersebut, tak pelak begitu bermanfaatnya situs jejaring sosial bagi kita. Diantara manfaat yang bisa kita ambil dari penggunaan situs jejaring sosial adalah :
  • Menghubungkan jutaan orang untuk saling berkomunikasi secara aktif
  • Mengenal berbagai macam ide dan gagasan orang lain maupun lembaga/organisasi/institusi baik publik atau pun swasta
  • Mencari solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi dengan berbagi dengan yang lain
  • Menjalin rasa kebersamaan dan kekerabatan bagi yang sudah lama terpisah karena ruang, waktu, dan tempat
  • Mendekatkan yang terasa jauh dan menjauhkan yang kemungkinan dekat (moga aja bisa diminimalisir ya. hehehe... )
  • Mengenalkan budaya yang beraneka-ragam ke seluruh dunia secara gratis

Dan masih banyak lagi manfaat dari jejaring sosial yang kita miliki. Bagi yang belum punya akun, mari kita mendaftar untuk terkoneksi dengan yang lain. Ambil sisi positifnya dan buang hal-hal negatifnya. Pengetahuan itu tergantung kita yang berusaha mendapatkannya, bukan karena orang lain yang memaksanya ke kita. Sepanjang kita mau dan ingin, maka kita pasti bisa dan mampu.