15 August 2014

Ancaman Buat Android

Sistem operasi Android masih menjadi raja diraja OS bagi smartphone. Laporan dari lembaga riset Strategy Analytics menyatakan bahwa sistem operasi besutan Gogle ini menguasai market share smartphone hingga 85%. Itu artinya, 9 dari 10 smartphone yang dikapalkan di seluruh dunia adalah Android. Meski mendominasi pasar, namun dari sisi pendapatan Android masih kalah dari iOS, sistem operasi mobile besutan Apple. Inilah ancaman yang harus dipecahkan oleh Google disamping ancaman perangkat Android non Google.


Google-less Android
Sebenarnya ada dua tipe perangkat Android yang beredar di pasar saat ini. Yang pertama adalah Android yang benar-benar didukung penuh oleh Google. Perangkat yang menggunakan Android jenis ini dibesut oleh perusahaan yang tergabung dalam OHA (Open Handset Alliance). Ciri dari perangkat yang menggunakan Android OHA adalah adanya dukungan beragam layanan Google didalamnya, seperti Gmail, Google Maps, Google Search, Google Now dan lain sebagainya. Handset Android yang diproduksi oleh perusahaan anggota OHA juga harus mematuhi beragam limitasi (pembatasan) yang disyaratkan oleh Google, seperti dalam melakukan kustomisasi software (interface).



Tipe Android yang kedua adalah Android Open Source Project (AOSP). Versi ini memungkinkan perusahaan pembuat perangkat untuk bermain-main dan memodifikasi elemen perangkat lunaknya (software). AOSP tidak menekankan Androidnya untuk memakai layanan Google dan bisa saja memakai layanan lain : menggunakan mesin pencari Bing misalnya, atau toko aplikasi selain Play Store. Fakta lainnya adalah Google bukanlah pembuat handset, melainkan penyedia perangkat lunak. Memang Google memiliki lini produk Nexus, namun itu bukanlah bisnis inti Google. Salah satu contoh AOSP yang terkenal adalah tablet dan smartphone besutan Amazon, Kindle Fire. Belum lagi di Cina, dimana banyak perangkat AOSP yang menggunakan layanan-layanan lokal sebagai nilai tambahnya.
Perangkat AOSP memiliki harga yang lebih murah dibanding OHA, karena menyediakan platform yang lebih efisien untuk dikembangkan. AOSP membidik segmen konsumen di negara-negara berkembang yang cermat mengeluarkan uang, dan biasanya meupakan pengguna ponsel awal (first time user) yang belum tergantung dengan layanan Google.

Android One
Google sangat menyadari ancaman AOSP dan meresponnya dengan mengeluarkan Android One. Android One adalah sebuah standar sistem operasi baru untuk perangkat Android yang lebih terjangkau namun tetap dibundel dengan layanan Google. Google mengatakan bahwa Android One akan lebih menyatu dengan kustomisasi yang dilakukan oleh perusahaan smartphone, seperti misalnya Samsung dengan TouchWiz-nya atau HTC dengan Sense-nya. Intinya, Android One akan hadir lebih sederhana, namun tetap akan menawarkan opsi bagi perusahaan untuk menyertakan tweak software yang relevan secara lokal.


Saat ini ancaman AOSP terhadap Android OHA masih terbatas untuk pasar negara berkembang. Akan tetapi dengan adanya brand pengusung AOSP seperti Xiaomi, OnePlus, Oppo, Meizu dan lainnya, Google tampaknya harus bersiap untuk menerapkan strategi baru yang lebih jitu untuk menghadapinya.

* Diolah dari berbagai sumber