18 October 2014

Media Sosial Dalam Kenangan

Dengan maraknya media sosial saat ini, tentunya kita masih ingat beberapa tahun yang lalu layanan-layanan sosial sejenis Facebook, Twitter maupun Foursquare dengan begitu banyaknya pengguna. Media sosial nampaknya telah menjelma menjadi layanan favorit segala usia dan masyarakat, bahkan dunia. Hampir setiap orang dan negara memiliki akses untuk menggunakan layanan sosial ini. Ada yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja, ada yang untuk menghubungkan kerabat, ada pula yang hanya untuk main-main saja dan hal-hal lainnya. Namun tahukah Anda jika di masa lalu ada media sosial yang begitu populer hingga akhirnya harus tersingkir dari percaturan dunia jejaring sosial kini ? Dan berikut diantara media sosial yang dimaksud :


Friendster
Sekitar tahun 2000-an muncul jejaring sosial paling populer, Friendster. Friendster didirikan oleh programmer komputer Jonathan Abrams pada tahun 2002. Statusnya saat itu menjadi jejaring sosial paling mentereng karena memiliki anggota lebih dari 1 juta pengguna. Fitur-fitur menarik diberikan oleh Friendster seperti who's viewed me (siapa yang sudah berkunjung), testimoni teman-teman yang dipajang di halaman profil, kustomisasi halaman profil, dan juga blog Friendster yang menjadi ajang curhat.
Namun seiring perjalanan waktu, akhirnya Mei 2011 layanan jejaring sosial Friendster dihentikan dan berubah menjadi layanan social gaming yang berbasis di Malaysia. Dengan tagline "Living The Game", Friendster masih tetap memiliki pengguna setianya yang 90%-nya berasal dari Asia, seperti Malaysia, Singapura, Indonesia, Uni Emirat Arab, India, Korea Selatan, dan negara-negara Asia lainnya.

  

MySpace
Pada bulan Agustus 2003, karyawan eUniverse tertarik dengan layanan Friendster yang saat itu menjadi layanan jejaring sosial paling populer. Terinspirasi dari Friendster itu, mereka memutuskan untuk mengembangkan jejaring sosial sendiri. Tahun 2004, jejaring sosial MySpace pun didirikan, dimana bulan November 2004, MySpace sudah memiliki anggota 5 juta orang. Dan kala itu, MySpace pernah berniat untuk mengakuisisi Facebook senilai USD 75 juta. Namun penggagas Facebook, Mark Zukcerberg tidak meloloskannya. Padahal nantinya Facebook-lah yang akan sukses besar, jauh meninggalkan MySpace.
Pada bulan Juli 2005, MySpace dibeli taipan media Rupert Murdoch dengan harga fantastis USD 580 juta. Pembelian ini menjadi topik berita utama dan kehebohan yang luar biasa di jagat teknologi. Hal ini berdampak pada nilai MySpace yang melonjak tiga kali lipat dari harga awalnya. Jumlah penggunanya pun melonjak menjadi 100 juta orang lebih. Namun bulan Juni 2011, MySpace pun dijual dengan harga murah, hanya USD 35 juta. Hal ini karena kalah bersaing dengan Facebook yang bisa menjangkau seluruh kalangan. Akhirnya MySpace bertransformasi menjadi situs posting dan mendengarkan musik.


Koprol
Koprol adalah jejaring sosial berdasarkan lokasi yang ditujukan untuk kota-kota di Indonesia. Jejaring sosial asli buatan Indonesia ini dibuat oleh Satya Witoelar, Fajar Budi Prasetyo, dan Daniel Armanto. Koprol memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berbagi informasi, termasuk foto dan resensi melalui perngkat seluler. Pengguna dapat check-in ke lokasi di mana mereka berada, dan melihat orang lain, serta apa yang mereka lakukan.
Namun pada bulan Mei 2010, Yahoo akhirnya mengakuisisi Koprol dengan nilai yang tak disebutkan berapa harganya. Seluruh aset Koprol beserta 11 karyawannya menjadi milik Yahoo. Setelah dilakukan beberapa inovasi di Koprol, Yahoo nampaknya kesulitan mengembangkannya. Hingga klimaksnya pada 28 Agustus 2012, layanan Koprol Yahoo ditutup.


Orkut
Pada tahun 2004, Orkut dibangun oleh karyawan Google yang bernama Orkut Buyukkoten. Orkut dirancang oleh Google untuk membuat kehidupan sosial menjadi lebih aktif dan bergelora. Jejaring sosial yang mirip Facebook ini membuat penggunanya terus terhubung lewat media pesan dan foto. Layanan Orkut begitu populer di Brazil dan India, dimana memiliki jumlah pengguna yang begitu banyak di negara-negara tersebut.
Namun apa mau dikata, akhirnya tanggal 30 September 2014, Google menutup salah satu jejaring sosial miliknya, Orkut. Selain karena jumlah penggunanya yang semakin menurun, Google juga beralasan penutupan Orkut untuk fokus mengembangkan Google+ yang dimilikinya.

Sumber : berbagai sumber terpercaya di internet, seperti wikipedia, detik, blog dan lainnya.