09 July 2026

A Beautiful New Day

It's a touching moment for parents when they can send their children off to the world of Islamic boarding school. The usual routine at home, with all its attendant activities, such as eating, drinking, sleeping, playing, and so on, has shifted. Their activities now take them to a place far from home and their parents.


These children are taught to be independent in all aspects. They are nurtured, guided, and guided to be responsible for themselves. In a family-like and collaborative atmosphere, they interact and socialize with one another. They get to know each other, help each other, assist each other, and collaborate in the educational and teaching sphere.


29 June 2026

Sekilas Transformasi Digital Dalam Pendidikan

Transformasi digital pendidikan adalah pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses, memodernisasi metode pengajaran, dan menyederhanakan administrasi. Di Indonesia, langkah ini diwujudkan melalui ekosistem terpadu seperti platform Rumah Pendidikan, penggunaan Papan Interaktif Digital, hingga penerapan Kecerdasan Buatan (AI) untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Kesiapan dan ketersediaan infrastruktur menjadi penopang dalam pelaksanaannya. Cakrawala berfikir harus dibuka untuk menerima pengetahuan dan teknologi terbaru.

Suasana ruang kelas digital dengan PID

22 June 2026

Tantangan Pendidikan di Era AI

Krisis pendidikan global saat ini ditandai oleh kesenjangan digital yang besar dan jutaan siswa yang gagal memahami bacaan dasar. Di dunia akademik, tantangan utama Artificial Intelligence (AI) adalah ancaman terhadap integritas akademik (seperti plagiarisme) dan penurunan kemampuan berpikir kritis akibat siswa terlalu bergantung pada mesin.



Berikut adalah rincian tantangan dan krisis di dunia pendidikan:

1. Krisis Pembelajaran Global

  • Kesenjangan Akses : Lebih dari 250 juta anak di dunia tidak bersekolah, dan banyak sekolah di negara berkembang belum memiliki aliran listrik atau koneksi internet yang stabil.
  • Kualitas Literasi : Menurut laporan UNESCO, banyak siswa usia 10 tahun di negara berkembang masih kesulitan memahami teks bacaan sederhana.