21 June 2019

Babad Desa Berjuluk "Kota Sawo", Joresan

Menurut dongeng dari para sesepuh desa Joresan, tersebutlah seorang santri yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat yang bernama Mohamad Thoyyib. Ia berguru agama kepada Kyai Ageng Mohamad Besari, Tegalsari Ponorogo sekitar tahun 1750-an Masehi. Pada suatu ketika Moh Thoyyib berjalan ke arah timur dari pondok Tegalsari. Dalam perjalanannya ia melewati hutan belantara yang ditumbuhi pepohonan rimbun. Lalu satu persatu pohon tersebut ditebang agar bisa didiami. Setelah daerah itu dibuka, Moh Thoyyib memberi nama “DJOPER”, yang sekarang dikenal sebagai desa Coper, kecamatan Jetis.

Makam Kyai Moh Thoyyib Joresan

15 May 2019

Mengenal Revolusi Industri 4.0

Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital”. Nah, lo mungkin bisa nebak, setelah 2 revolusi itu, revolusi macam apa lagi sih yang bisa terjadi?

Perhatikan deh, semua revolusi itu terjadi menggunakan revolusi sebelumnya sebagai dasar. Industri 2.0 takkan muncul selama kita masih mengandalkan otot, angin, dan air untuk produksi. Industri 3.0 intinya meng-upgrade lini produksi dengan komputer dan robot. Jadi, industri 4.0 juga pasti menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Jadi, kemajuan apa saja yang muncul di dunia komputer kita akhir-akhir ini?

Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya SELALU tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui SAAT ITU JUGA oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada!

13 April 2019

Xiaomi Redmi Car

Seiring dengan perkembangan jaman, pabrikan-pabrikan yang bergerak di bidang teknologi, khususnya teknologi mobile mulai melirik pada bisnis transportasi. Google, Apple, bahkan Samsung sudah beberapa kali memamerkan mobil lansiran mereka. Nah..., kini yang terbaru, pabrikan mobile asal Cina, Xiaomi turut mencoba peruntungan di dalam dunia otomotif dengan menelorkan sebuah Xiaomi Redmi Car.

Konsep mobil ini pertama kali muncul di Beijing Auto Show 2018 kemarin. Sedang versi produksi massalnya baru muncul di bulan November 2018 pada gelaran Ghuangzhou Auto Show 2018. Untuk sisi dapur pacu, Xiaomi Redmi Car menggunakan mesin 1.200cc Turbo yang memiliki fitur tenaga maksimal di angka 143 hp dan torsi maksimal 204 Nm.

Transmisi yang digunakan adalah transmisi manual 6 percepatan.

Kabarnya Xiaomi Redmi Car atau dikenal dengan nama Bestune T77 ini bakal dijual dengan harga mulai 89.000 Yuan (187 jutaan rupiah) hingga 134.000 Yuan (282 jutaan rupiah).