09 January 2010

SMART CARD



Smart card didefinisikan sebagai sebuah kartu dengan IC (Integrated Circuit) yang tertanam didalamnya,dimana IC tersebut digunakan untuk melakukan proses informasi,juga memiliki media penyimpanan dengan kapasitas teretentu. Mungkin sebelumnya Anda telah mengenal magnetic stripe card atau kartu magnetik,yang juga dapat berfungsi sebagai alat pembayaran. Kartu magnetik saat ini masih banyak digunakan kartu ATM di Indonesia,yang tentunya juga dapat berfungsi sebagai alat pembayaran.

Smart card berbeda dengan magnetic stripe card yang merupakan teknologi lama.Magnetic stripe card memiliki ciri yang mudah terlihat,cukup melihat pita magnetik yang melekat pada kartu. Sementara pada smart card,komponen IC pada umumnya terdapat di dalam kartu atau berupa lempengan chip kecil. Tentu saja dengan menggunakan pita magnetik dan IC/chip secara bersamaan pada sebuah kartu,maka kartu tersebut dapat berfungsi sebagai smart card sekaligus magnetic stripe card. Baik magnetic stripe card maupun smart card menyimpan informasi di dalam media penyimpanan masing-masing (pita magnetik pada magnetic stripe card,dan IC atau chip pada smart card). Untuk membaca maupun menulis informasi tersebut,diperlukan sebuah alat yang disebut dengan card reader atau encoder.

Contoh reader dapat Anda temui dengan mudah pada saat Anda pergi ke ATM,yang memiliki sebuah reader untuk membaca informasi pada kartu yang Anda masukkan. Demikian juga pada saat Anda menggesek kartu pada reader untuk melakukan pembayaran. Penggunaan besar-besaran dan booming smart card terjadi pada tahun 1990-an,saat diperkenalkan smart card berbasis SIM (Subscriber Identify Module),yang digunakan dalam ponsel GSM. Penggunaan kartu kredit maupun kartu debit sebagai alat pembayaran oleh Master Card,Visa,maupun Eoropay semakin memperkenalkan smart card pada publik.

Smartcard sudah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi yaitu pada akses kontrol, identifikasi, pembayaran/banking, tiket, masuk parkir/jalan tol, penyimpan data personal dan
Penyebab masalah keamanan sering terjadi karena masalah hardware, masalah software, masalah jaringan komunikasi, kesalahan prosedur, serangan untuk mengeksploitasi penyebab masalah keamanan lainnya.

Ada beberapa macam smartcard yang dikelompokkan berdasakan fungsi, mekanisme akses, dan karakteristik fisik, yaitu :

  • Memory Card
Smart card yang paling sederhana. Kartu ini hanya mengandung memory circuit yang dapat diakses melalui kontak dengan synchronous protocol.

  • Microprocessor Card
Smart card ini mempunyai memory circuit dan microprocessor dalam satu chip. Semua akses ke kartu akan melalui microprocessor. Datanya sendiri baru bisa diakses jika telah melewati semacam security logic.

  • Contact Card
Kartu ini merupakan versi awal dari smart card yang beredar di Eropa. Kartu ini adalah smart card yang mempunyai contact chip. Kartu ini harus dimasukkan ke reader untuk melakukan transaksi atau menyampaikan informasi dari kartu ke reader

  • Contactless Card
Kartu ini adalah jenis smart card yang menggunakan frekuensi radio (RF) untuk bertukar informasi. Jadi kartu ini tidak perlu kontak fisik ke reader/terminal untuk bertukar informasi. Kartu ini mengandung microcircuit yang tertutup di dalam kartu, sehingga kartu ini hanya perlu didekatkan dengan reader tanpa kontak langsung untuk bertukar informasi.

  • Hybrid Card
Smart card yang menggunakan dua teknologi yang ada di contact card dan contactless card. Sehingga terdapat alat contact dan antena dalam satu kartu. Kartunya sendiri ada yang menggunakan satu microprocesor dan ada juga yang menggunakan dua microprocessor. Kartu jenis ini dibuat untuk membuat pengguna bisa memakai kartunya di banyak aplikasi.

  • Subscriber Identity Module (SIM) Card
Smart card kecil dan dapat diprogram berisi kunci identitas subscriber ke layanan selular. Kunci ini digunakan untuk identitas ke digital mobile service dan jenis layanan yang dipakai. SIM card ini bisa dipasang permanent ke teleponnya atau yang removable. SIM ini berguna untuk kunci keamanan yang dipakai oleh jaringan GSM.

  • Removable User Identity Modul (R-UIM) Card
Smart card yang fungsinya sama dengan SIM card tetapi untuk telepon dengan teknologi CDMA. Kartu ini memungkinkan komunikasi antar kedua jaringan.

  • Universal Subscriber Identity Module (USIM) Card
Pengembangan dari SIM card yang akan digunakan di teknologi jaringan 3G. kartu ini akan dimasukan di peralatan 3G dan digunakan untuk otentifikasi jaringan dan fungsi lainnya

Ketika berurusan dengan keamanan data, dalam hal ini informasi yang terkandung di smart card, harus ada teknik pembuktian bahwa identitas orang yang memakai smart card itu valid. Sistem pengamanan yang digunakan di smart card adalah sistem kunci simetris dan sistem kunci publik. Metode/algoritma yang banyak digunakan di sistem kunci simetri adalah Data Encryption Standard (DES). Sedangkan algoritma yang digunakan di sistem kunci publik adalah RSA.

Algoritma simetri menggunakan kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi. DES adalah algoritma kriptografi yang disebut sebagai algoritma modern pertama yang dipakai untuk keperluan komersial dengan detail implementasi yang lengkap dan terbuka. Sistem kunci asimetris menggunakan kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi.kunci yang boleh diketahui adalah kunci publik. Sedangkan kunci yang harus tetap dijaga kerahasiaannya adalah kunci privat.