23 January 2012

Yin Yang dan Tai Chi

Para ahli filsafat Cina kuno menamakan suatu keadaan kosong dan tanpa batas pada waktu sebelum alam semesta dan seisinya ini terbentuk dengan nama Wu Chi (kosong/tidak ada). Sebelum Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam dan seisinya, keadaan di dunia ini tidak ada apa-apa, tetapi sebenarnya ada. kita tidak mengetahui ada apanya atau terbuat dari apa, tetapi yakin bahwa ada sesuatu yang terkandung didalamnya. hal ini tidak bisa kita ketahui karena diatas kemampuan akal manusia. Keadaan kosong (Wu Chi) adalah sumber dari gerak dan diam. Sesuatu dari alam semesta ini, termasuk Yin dan Yang, dipercayai berasal dari kekuatan yang tidak bisa dilihat dan dimengerti. Lao Tze menamakannya "TAO", kitab I Ching menyebut perubahan itu dengan nama "TAI CHI" (Maha Agung).


Tai Chi adalah sumber dari unsur Yin dan unsur Yang. Secara umum, Yin dan Yang adalah 2 unsur yang saling melengkapi untuk membuat keseluruhan. Meskipun sifat mereka saling berlawanan, tetapi terjadi hubungan yang harmonisdiantara mereka. Misalnya, jika ada siang pasti ada malam dan begitu sebaliknya,jika ada malam pasti ada siang. siang adalah Yang dan malam adalah Yin. Adapun sifat dari unsur Yang adalah panas, gerak, tenaga yang keluar. sedangkan sifat Yin adalah dingin, diam, dan tenaga yang masuk. Dalam kondisi yang prima, manusia mempunyai energi yang penuh. Dia mempunyai pikiran yang kuat, panas tubuh, aktif dan penh dengan ambisi. Pada masa ini fungsi Yang mencapai puncaknya, sehingga banyak kesempatan yang dapat diraihnya. pada kondisi sebaliknya, manusia menjadi lemah dan kekurangan energi. pikiran menjadi lemah, tubuh menjadi dingin, gerakan tubuh dan temperamennya menjadi kacau dan pandangannya terhadap hidup menjadi pesimistis. Fungsi Yang menjadi lemah sekali dan fungsi Yin mencapai titik puncak. Pada situasi semacam ini seseorang harus menyadari dirinya sendiri dan harus dapat menghadapi tantangan hidup ini.

Wu Hsing (5 Elemen)

Lebih dari 2000 tahun yang lalu, para ahli filsafat Cina telah membentuk teori Wu Hsing atau 5 elemen. Ke 5 elemen itu adalah air, api, kayu, logam, dan tanah. Teori 5 elemen ini merupakan teori tentang proses dinamis pemahaman alam semesta ini. Kualitas karakter dari setiap elemen berasal dari pengamatan tentang kejadian alam. Air mempunyai sifat merendam dan turun. Api mempunyai sifat panas dan ke atas. Kayu mempunyai sifat lurus dan membengkok. Logam mempunyai sifat cair, membeku dan padat. Sedang tanah mempunyai sifat tumbuh dan masak. Ke 5 elemen ini digunakan sebagai kategori untuk mengklasifikasikan macam-macam fenomena dan sebagai gambaran dari hubungan antar benda atau zat satu sama lainnya. Ada 4 macam aturan untuk menggambarkan pergantian dan perhubungan antara 5 elemen ini, yaitu saling menghidupi, saling mendekat, saling merusak dan saling menakuti.


 

Menurut prinsip saling menghidupi, ke 5 elemen ini saling menghasilkan satu sama lainnya. Kayu menghidupi api, api menghasilkan tanah, tanah menghasilkan logam, logam menghasilkan air, dan air menghidupi kayu. Sedangkan prinsip saling mendekat, seperti kayu akan mendekati air, air ke logam, logam ke tanah, tanah ke api dan api ke kayu. Lalu prinsip saling merusak, elemen-elemen tersebut saling menghancurkan satu sama lain. kayu memperlemah tanah dengan menyerap sari-sari makanannya. Tanah membatasi air dan menyerapnya melalui waduk, telaga dan sungai dengan membatasi geraknya. Air ini dapat mematikan api, api melumerkan logam dengan panasnya, dan logam dalam bentuk senjata tajam dapat memotong kayu. Pada prinsip saling menakuti dapat dijelaskan sebagai berikut : kayu takut dengan logam, logam takut dengan api, api takut dengan air, air takut dengan tanah, dan tanah takut dengan kayu.

Persamaan dan perbedaan diantara prinsip-prinsip diatas dapat dianalisa menurut teori Yin dan Yang. Hubungan saling menghidupi dan saling mendekati termasuk unsur Yang. Sedangkan hubungan saling merusak dan saling menakuti termasuk unsur Yin. Simbol Yin dan Yang selalu terletak di tengah-tengah segi delapan (Pa Kua) yang menggambarkan dua kutub energi yang berlawanan. Misalnya negatif dan positif, perempuan dan laki-laki, malam dan siang, dingin dan panas, lemas dan keras, dan lain-lain. Simbol Yin adalah ikan berwarna hitam dan bermata putih. Sedangkan simbol Yang digambarkan seperti ikan berwarna putih bermata hitam. Ini bisa diartikan di dalam kekerasan selalu tersembunyi kelemahan dan di dalam kelemahan selalu tersembunyi kekuatan.

Simbol segi 8 (Pa Kua) pertama kali digunakan oleh raja Fu Shi pada tahun 2852-2738 SM yang disebut Hsien Tien Pa Kua (Pa Kua sebelum alam semesta tercipta). Namun ada sebuah metode lain tentang pengaturan lambang Pa Kua yang disebut Hou Tien Pa Kua (Pa Kua setelah alam semesta tercipta). Menurut legenda, Pa Kua ini digambar oleh Kaisar Chou Wen Wang, pendiri dinasti Chou pada sekitar tahun 1143 SM. Hou Tien Pa Kua memulai putarannya yang searah dengan jarum jam di sebelah timur, yaitu di Chen, kemudian Sun, Li, Kun, Tui, Chien, Kan dan Ken. Urutan ini digunakan untuk menjelaskan prinsip gerakan dari alam semesta dan merupakan dasar penanggalan dari kalender China. Diagramnya adalah Chien (kekuatan), Tui (kesenangan), Li (lekatan), Chen (getaran), Sun (kelembutan), Kan (bahaya), Ken (diam) dan Kun (penerimaan).

Sumber : Ong Wen Ming, Fa Kua Chang, Ilmu Kung Fu Tenaga Dalam Segi 8, CV. Gunung Mas Pekalongan, 1997