03 February 2016

Mengenal Li Fi, Pengganti Wi Fi

Li Fi merupakan teknologi nirkabel yang akan menggantikan jaringan Wi Fi. Li Fi sendiri menggunakan teknologi berbasis cahaya (Visible Light Communication/VLC) untuk mentransmisikan alur datanya. Light Fidelity (Li Fi) adalah metode pengiriman paket data berkecepatan tinggi berbasis nirkabel menggunakan spektrum cahaya terlihat (visible light spectrum), yaitu bola lampu LED. Teknologi Li Fi memiliki kecepatan transfer data hingga 1 Gbps.


Teknologi Li Fi diciptakan oleh Prof. Harald Haas, seorang fisikawan berkebangsaan Jerman dari Universitas Edinburg, Skotlandia pada tahun 2011 lalu. Menurut sang profesor, di masa depan akan banyak bola lampu nantinya dapat menjadi hotspot nirkabel. Ia menggambarkan kecepatan teknologi VLC menggunakan modern LED mencapai 1000 Gbps, sedangkan jika menggunakan infra red hanya 1000 bps saja. Ini berarti kecepatan yang dihasilkan dari spektrum cahaya LED 10.000 kali lebih besar dari spektrum gelombang radio.

 
Teknologi Li Fi memiliki keunggulan tidak mengganggu sinyal radio lainnya, sehingga hal ini memungkinkan untuk digunakan didalam pesawat dan tempat lainnya yang terkena dampak penggunaan sinyal radio. Keunggulan lainnya bahwa cahaya tidak dapat menembus dinding, sehingga ini membuatnya lebih aman dari pengintaian oleh pihak eksternal. Namun, Li Fi mempunyai kekurangan, yaitu tidak dapat digunakan di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung, karena transmisi informasi dengan pencahayaan lampu melalui udara menjadi lebih sulit dilakukan.


Teknologi Li Fi masih diuji oleh perusahaan bernama Velmenni di Estonia. Mereka melakukan percobaan di beberapa kantor, laboratorium, dan lingkungan industri di kota Tallin (ibu kota Estonia). Sebelum Velmenni, ada perusahaan Rusia yang bernama Stins Coman yang mengembangkan Li Fi ini dengan nama BeamCaster dengan hasil riset menunjukan kecepatan Li Fi berkisar 1.25 Gbps hingga 5 Gbps. Lalu perusahaan Meksiko yang bernama Sisoft memecahkan rekor dengan menghasilkan kecepatan transfer data hingga 10 Gbps melalui spektrum cahaya lampu LED.

Li Fi ini masih membutuhkan riset lebih lanjut untuk penyempurnaannya. Tantangan saat ini bagaimana mengembangkan teknologi Li Fi ini secara optimal agar dapat digunakan di dalam rumah maupun lingkungan kerja dengan biaya yang relatif lebih murah. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa intensitas cahaya yang bagus tergantung pada daya (watt) lampu. Semakin tinggi daya lampu, maka akan menghasilkan intensitas cahaya yang tinggi pula. Itu berarti, biaya yang dibutuhkan relatif mahal menyesuaikan harga lampu berdasarkan daya.

* Diolah dari berbagai sumber