21 July 2014

5 Aplikasi Google Untuk Pendidikan

Google Apps for Education (aplikasi Google untuk pendidikan) menjadi pemberitaan hangat akhir-akhir ini di jagat teknologi. Hal ini dikarenakan banyaknya sekolah di seluruh dunia menggunakan dan mengadopsi sumber daya pengetahuan gratis tersebut. Dengan aplikasi yang disediakan, akan mengubah cara pandang tenaga pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk berkolaborasi dalam pekerjaan dan juga berbagi informasi serta pengetahuan. Para pengembang profesional di bidang Google Apps berusaha untuk menghadirkan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan sekolah agar bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran yang dilakukakannya.


Dan berikut 5 aplikasi Google untuk pendidikan yang membantu guru dan siswa dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuan :

Google Education On-Air
Dengan memanfaatkan aplikasi Google Education Hangouts On Air, kita bisa saling berbagi informasi pendidikan lewat video secara real-time. Adapun layanan yang ada disini meliputi Live Hangouts Schedule, Past Recordings, Presenters, Social Media, FAQs dan Feedback.

Google Online Courses
Pada bagian ini terdapat berbagai macam konten pendidikan dan pembelajaran yang dibuat oleh guru bersertifikat Google atau pun sumber-sumber pengetahuan lainnya yang disediakan pihak ketiga (para profesional).

Google Apps User Groups
Layanan yang bisa menghubungkan jutaan guru di seluruh dunia tentang pengalaman dan suka duka menjadi pendidik di daerah-daerah tertentu untuk dibagikan kepada yang lainnya. Sebuah perjuangan dan pengorbanan guru untuk mencerdaskan bangsa. hehehe.....

19 July 2014

Chukotka, Kota Ujung Dunia

Mumpung lagi santai nih, saya mencoba untuk berbagi dengan Anda tentang sebuah kota yang terletak di ujung bumi bagian utara, yaitu Chukotka. Siapa tahu suatu waktu kita bisa bepergian ke sana, hehehe... Kita lihat sama-sama yuk keindahan dan anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya ini lewat foto-foto berikut :

Terletak di ujung timur laut Rusia dan Eurasia menjadikan Chukotka sebagai salah satu kawasan paling terpencil di dunia. Dan inilah pemandangan lembah Tkachenskaya dari gunung Inakhpak di Chukotka selatan pada akhir musim panas.

Pelangi di atas Teluk Providence di Laut Bering, sebelah timur Chukotka.

Cahaya matahari terakhir di Teluk Krest, Chukotka timur dimana Sang Surya akan menyinari tundra ini setahun kemudian.

15 July 2014

Sistem Pertahanan Udara Multifungsi

Baru-baru ini kita mendengar bahwa negeri kita akan kedatangan sistem pertahanan udara Oerlikon SkyShield untuk melindungi Jakarta sebagai ibu kota negara. Pertahanan udara merupakan bagian dari militer yang bertugas menghadapi pesawat tempur dari darat maupun permukaan laut. Untuk itu sistem ini menggunakan rudal dari darat ke udara atau SAM (Surface to Air Missile), yaitu peluru kendali yang ditembakkan dari darat atau bisa juga dari kapal permukaan untuk menghancurkan target di udara, seperti pesawat atau helikopter. Dengan kemajuan teknologi saat ini, maka sistem pertahanan udara pun semakin canggih dan modern untuk menghadapi ancaman dan gangguan yang makin canggih pula.

Dan berikut beberapa sistem pertahanan udara kategori SAM (Surface to Air Missile) maupun ManPADS (Man Portable Air Defense Systems) yang populer :


MIM-104 PATRIOT
Patriot adalah sistem pertahanan udara berkategori SAM yang dipakai Angkatan Darat AS dan sekutunya. Rudal ini diproduksi oleh Raytheon Company dari Amerika Serikat, dimana namanya diambil dari jantung sistem rudal yang bernama Phased Array Tracking Radar to Intercept On Target yang disingkat menjadi PATRIOT.
Rudal Patriot hingga kini sampai pada varian PAC-3 (anti rudal), dimana 1 unit peluncur Patriot bisa mengakomodasi 12 hingga 16 rudal. PAC-3 dapat mencegat rudal balistik yang mendekat dalam jangkaun 20-35 kilometer, meskipun radar Patriot dapat mendeteksi target hingga 100 kilometer.


S-500
Sistem S-500 adalah rudal pertahanan udara baru pengembangan dari S-400 yang dimiliki Rusia untuk menandingi sistem Patriot AS yang baru, PAC-3. Dengan perkiraan jangkauan 600 km, sistem rudal SAM ini dirancang untuk mendeteksi dan mencegat 10 target aerodinamis (pesawat tanpa awak-drone-, pesawat berawak, helikopter, roket, rudal) dan rudal balistik secara simultan. Selain itu, S-500 juga dirancang untuk mencegat rudal jelajah hipersonik.