07 September 2011

Google Chrome OS

Setelah Google sukses dengan proyek OS untuk tablet dan smartphone dengan Android, kini ia mencoba menelurkan sistem operasi untuk PC dan notebook. Sistem operasi berbasis Linux ini diberi nama Google Chrome OS. OS yang dikenalkan pertama kali sekitar tahun 2009 ini sempat mengalami penyempitan pasar, karena hanya ditargetkan untuk netbook saja. OS ini merupakan perpanjangan tangan Google Chrome Browser. Kecepatan, kemudahan dan keamanan adalah aspek utama Google Chrome OS. Google merancang OS cepat dan ringan, sehingga Anda hanya perlu beberapa detik untuk memulai dan menjalankannya pada PC. Mengenai user interface, mirip dengan tampilan Chrome Browser yang sudah hadir duluan.


Google Chrome OS bisa berjalan di perangkat x86 atau pun chip ARM. Arsitektur Chrome OS sudah memikirkan kompatibel perangkat lunak yang sederhana sekali akan bisa berjalan pada sistem window baru di atas Linux kernel. Semua aplikasi di dalamnya berbasis web secara penuh. Sehingga secara otomatis sistem akan bekerja menggunakan teknologi browsing web sangat cepat. Anda tidak perlu mengkhawatirkan plug-in Flash Player dan Java Script, karena semua sudah include dalam sistem.

Kelebihan Chrome ada pada akses internet yang benar-benar cepat. Chrome menjadikan 100% komputer melesat dalam hal koneksi internet. Dan yang lebih penting lagi, Anda tidak perlu menghabiskan berjam-jam mengkonfigurasi komputer untuk setiap bagian hardware baru, atau harus khawatir update software secara periodik. Google mampu menjawab itu semua, terutama user yang banyak menghabiskan waktu di internet. Di samping itu Chrome OS ini menyediakan aplikasi yang melimpah berbasis web, seperti Google Maps, Google Docs, Google's Reader, game berbasis Flash dan sebagainya.


Chrome OS bekerja menggunakan Cloud Computing System, yaitu suatu sistem masa depan yang memanfaatkan jaringan dunia maya secara penuh. Pengguna hanya perlu menyediakan minimal OS dan web browser saja. Jika selesai mengerjakan sesuatu dan Anda ingin menyimpan file tersebut, Anda tidak perlu menyimpannya di komputer atau device eksternal. Karena semua pekerjaan akan tersimpan dalam cloud mass storage. Namun di Indonesia nampaknya masih sulit untuk diterapkan. Hal ini mengingat Chrome OS membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat serta bandwidth yang cukup luas. Namun di masa-masa mendatang hal ini mungkin bisa diatasi dengan upaya penetrasi internet yang makin baik dan juga alokasi bandwidth yang semakin ditingkatkan.

Namun di balik kelebihan-kelebihan yang dimiliki, terdapat celah kelemahan dari OS yang di buat oleh Google ini. Kelemahan itu antara lain alokasi memori atau RAM yang besar, karena untuk menjalankannya minimal adalah 1 GB. Kemudian komputer harus online terus menerus untuk terhubung dengan data-data di cloud. Lalu tidak adanya support add-on, yang berarti jika browsing Anda lambat maka tidak ada yang bisa mengatasinya. Dan yang penting lagi adalah saat proses instalasi, Chrome OS memerlukan internet untuk mendownload beberapa file pelengkap. Jika tidak ada koneksi internet yang stabil, maka bisa dipastikan proses instalasi akan gagal. Nah low..... ?! he he he.....