20 August 2013

Kapal Selam Indonesia, Dimanakah Keberadaanmu ?

Menurut informasi yang berkembang, tahun 2006 lalu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani kesepakatan tentang pengadaan alutsista dengan skema pinjaman selama 5 tahun. "Allows Indonesia to buy 2 Kilo-class submarines, 20 amphibioustanks, five Mi-35 assault helicopters, ten Mi-17 personnel helicopters and other equipment", demikian diantara bunyi kesepakatan tersebut. Semua barang yang disebutkan diatas sudah berdatangan dan terlihat fisiknya, kecuali 2 kapal selam kelas Kilo yang belum terpantau oleh publik. Lalu dimanakah 2 kapal selam tersebut ? Sudah ada di Indonesia atau belum ya ? Bukankah sampai saat ini kita tidak mendengar pembatalan kontrak pembelian kapal selam buatan Rusia itu ?


Belum sempat kita menelusuri keberadaannya, muncul info baru bahwa Rusia menawarkan 10 kapal selam ke Indonesia sebagaiamana pernyataan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro :
“Memang ada tawaran lagi 10 kapal selama dari Rusia,” kata Menteri Pertahanan (menhan) Purnomo Yusgiantoro di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2013) 

 
Mengapa Rusia menawarkan langsung 10 kapal selam refurbish ? Karena tawaran mengambil 2 kapal selam dengan opsi bisa menambahnya hingga 10, telah dilakukan tahun 2007 : "In September 2007, it was announced that Indonesia had placed an order for two Kilo Type 636 submarines, plus options to purchase up to eight more". Disamping itu, kedekatan Indonesia dan Rusia juga menjadi pertimbangan lain. Pengadaan 10 kapal selam refurbish dari Rusia (kalau jadi dibeli), akan memiliki positioning yang sama dengan 30 F-16 refurbish AS. 10 kapal selam itu untuk mengisi kekosongan/ stopgap, hingga Indonesia bisa membuat kapal selam Changbogo Korea Selatan. Atau dengan kata lain, hingga Indonesia membuktikan ketangguhan kapal selam Changbogo saat mengoperasikannya nanti.


Perlu diketahui, untuk saat ini Indonesia mempunyai 2 kapal selam kelas U 209, yaitu KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Untuk melengkapi kekuatan kapal selam tersebut, Indonesia melakukan pengadaan kapal selam kelas Changbogo dari Korea Selatan sebanyak 3 unit, 2 unit dibuat di Korsel dan 1 lagi akan dibuat di Indonesia (target selesai 2018). Dengan penambahan armada kapal selam tersebut, kita berharap kelemahan negara kita di bawah air dapat teratasi. Karena untuk menjaga luas wilayah lautan, kita membutuhkan alutsista modern yang bisa memberikan efek deteren tinggi demi kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maju terus Indonesiaku, jayalah bangsaku !

Source : Berbagai sumber blog hankam