Sejak kemunculan Web 2.0 yang makin interaktif dan atraktif, maka diikuti pula kehadiran situs-situs pertemanan yang makin beragam. Mulai dari yang hanya sekedar ngobrol, bertukar pesan singkat hingga multiple services. hehehe.... apaan ya ini ?! Tentu kita masih ingat begitu populernya Friendster sekitar tahun 2002 lalu. Situs jejaring sosial yang berpusat di Mountain View, California, Amerika Serikat ini begitu terkenal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bahkan, Friendster dianggap sebagai "kakek" nya semua jejaring sosial. Tapi dimana ya Friendster sekarang ? hehehe...
Setelah itu barulah muncul Facebook, Twitter, LinkedIn, Foursqure, Google+ dan yang lainnya. Namun apakah perlunya kita memiliki akun jejaring sosial tersebut ?
Sebagai sebuah bentuk layanan yang terintegrasi, jejaring sosial adalah fenomena modern yang berusaha untuk menjembatani antara teknologi software dengan hardware yang beragam. Layanan-layanan yang disediakan membantu penggunanya untuk terhubung dengan orang lain lebih dekat, (bahkan lebih dekat daripada urat nadi. hehehe...). Kurang "gaul" katanya kalau tidak tahu layanan jejaring sosial. Maka, mulai anak-anak SD hingga orang dewasa mendaftar untuk mempunyai akun di jejaring sosial pilihan. Dan salah satu jejaring sosial paling populer adalah Facebook.



